Headlines News :
Home » » Aku Yang Merawatnya, Biarpun Tidak Mendapatkan Apa-Apa Dari Warisannya

Aku Yang Merawatnya, Biarpun Tidak Mendapatkan Apa-Apa Dari Warisannya

Written By Unknown on Minggu, 10 Februari 2013 | 07.45

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Thawus Al-Yamani Rahimahullah berkata, “Seseorang mempunyai empat orang anak. Tiba-tiba ia jatuh sakit. Salah seorang dari anaknya berkata, ‘Rawatlah ia, tetapi
tidak berhak mendapatkan apa-apa dari warisannya. Atau, aku yang merawatnya, biarpun tidak berhak mendapatkan apa-apa dari warisannya.’
Mereka berkata, ‘Engkau saja yang merawatnya, dan engkau tidak berhak mendapatkan apa-apa dari warisannya.”‘
Anak itu akhirnya yang merawat orang tuanya sampai meninggal dunia, dan tidak mengambil apa-apa dari warisannya.
Ketika tidur, anak tersebut bermimpi ada yang mengatakan kepadanya, ‘Datanglah ke tempat ini dan ini, kemudian ambillah darinya seratus dinar.’ Ketika itu ia bertanya, ‘Apakah uang itu ada berkahnya?’
‘Tidak,’ jawab orang itu.
Di pagi hari, mimpi itu ia sampaikan pada istrinya. Sang istri berkata, ‘Ambillah! Berkahnya adalah kita bisa berpakaian dan makan dari uang itu.’
Tetapi, orang itu tidak mau. Malam berikutnya ia bermimpi lagi ada yang berkata, ‘Datanglah ke tempat ini dan ini, kemudian ambillah darinya sepuluh dinar.’ la bertanya, ‘Apakah uang itu ada berkahnya?’
Mereka menjawab, ‘Tidak.’
Di pagi hari, mimpi itu ia sampaikan kepada istrinya. Sang istri berkata seperti sebelumnya. Tetapi, ia tetap tidak mau mengambilnya. Pada malam ketiga, ia bermimpi lagi ada yang berkata, ‘Datanglah ke tempat ini dan ini, maka ambillah darinya satu dinar.’
la bertanya, ‘Apakah itu ada berkahnya?’ Mereka menjawab,’Ya.”‘
Orang itu pun keluar dan mengambil uang tersebut, lalu pergi ke pasar. Di sana ia bertemu seseorang yang membawa dua ekor ikan.
‘Berapa harga dua ekor ikan ini?’ tanyanya. Orang itu menjawab, ‘Satu dinar.”‘
Ia lalu membeli dua ekor ikan itu seharga satu dinar, kemudian membawanya pergi. Setelah masuk rumah, ia membelah perutnya, ternyata di dalam perut masing-masing ikan ada mutiara yang belum pernah dilihat manusia.”
Pada saat itu ada seorang raja yang bermaksud membeli mutiara yang indah. Raja tidak menjumpai mutiara yang diinginkan selain yang ada pada orang itu. Kemudian orang itu menjual sebuah mutiaranya seharga emas yang dibawa tiga puluh bighal .[1]
Melihat mutiara itu, raja berkata, ‘Alangkah baiknya jika mutiara ini ada pasangannya. Carilah pasangannya meskipun harus membeli lebih mahal berlipat ganda.’
Mereka pun mendatangi orang itu. Mereka bertanya, ‘Apakah engkau punya pasangannya? Kami akan membelinya berlipat ganda dari yang kami berikan padamu.’
Ia bertanya, ‘Benarkah?’ Mereka menjawab,’Ya.”‘
la pun menjual mutiara yang lain pada mereka dengan harga berlipat ganda dari yang diberikan sebelumnya.” [Hilyat al Auliya Jilid 4 hal.7]
Foot Note:
[1] Binatang untuk membawa muatan, lebih besar dari pada keledai dan lebih kecil dari pada kuda.
Sumber: Buku ”Kisah Orang-Orang Shaleh Dalam Mendidik Anak, Pustaka al Kautsar
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Amru Farm | AYCUNA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Mushala Amru Ciangkrong - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by AYCUNA