بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bercita-cita menjadi seorang pemimpin juga ringan.
Mengkritisi pemimpin yg ada, semua orang pasti bisa melakukan.
Namun tahukah, bagaimanakah seharusnya seorang pemimpin sejati yg
berjiwa besar? Semoga kisah berikut dapat memberikan sedikit gambaran
ttg pemimpin yg sejati.
فَجَعَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُبُّ
وَأَسْقِيهِمْ حَتَّى مَا بَقِيَ غَيْرِي، وَغَيْرُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ثُمَّ صَبَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لِي: «اشْرَبْ»، فَقُلْتُ: لَا أَشْرَبُ
حَتَّى تَشْرَبَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِنَّ سَاقِيَ الْقَوْمِ
آخِرُهُمْ شُرْبًا»، قَالَ: فَشَرِبْتُ، وَشَرِبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ
Suatu hari Abu Qatadah radhiallahu anhu berbagi
tugas dng Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Rasul bertugas
menuaangkan air sedangkan Abu Qatadah mempersilahkan/ mengatur para
sahabat untuk minum. Hingga pada saatnya tidak lagi tersisa selain aku
dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maka beliau segera
menuangkan air lalu berkata kepadaku: silahkan engkau minum. Abu Qatadah
menjawab: Ya Rasulullah aku tidak akan minum hingga engkau minum. Namun
sungguh mengejutkan, Beliau menanggapi ucapan Abu Qatadah dengan
bersabda: Sejatinya yg bertugas menuangkan hendaknya menjadi ORANG YG
PALING TERAKHIR MINUM. Maka Abu Qatadah segera minum dan selanjutnya
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam minum.
Demikianlah orang yg berjiwa besar dan pemimpin sejati
Share nasehat dari Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !